Jakarta – Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi biru sebagai strategi besar pembangunan nasional yang berpihak kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), pemerintah mendorong lahirnya kawasan pesisir yang modern, produktif, dan mandiri sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional berbasis kelautan.
Dalam sejumlah kesempatan terbaru, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan laut yang sangat besar dan harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan rakyat. Presiden menyebut kebutuhan protein hewani dunia terus meningkat sehingga sektor kelautan Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi kekuatan ekonomi baru nasional.
“Indonesia siap melakukan investasi besar-besaran pada ekonomi biru. Kita memiliki laut yang sangat kaya dan ini harus menjadi sumber kemakmuran rakyat, terutama masyarakat pesisir dan nelayan,” ujar Presiden.
Kepala Negara juga menekankan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bagian dari strategi besar menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir. Menurutnya, modernisasi kampung nelayan akan meningkatkan produktivitas hasil tangkap, memperkuat rantai distribusi perikanan, hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
“Kampung Nelayan Merah Putih harus menjadi model kemandirian pesisir. Kita ingin nelayan Indonesia hidup lebih sejahtera, memiliki fasilitas yang baik, akses produksi yang modern, dan lingkungan yang tertata,” kata Presiden.
Komitmen pemerintah tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih tahap pertama telah rampung 100 persen pada akhir April 2026 dan siap memasuki tahap operasional. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis maritim sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan hingga daerah pesisir.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, mengatakan penyelesaian pembangunan tahap pertama menjadi langkah penting dalam menghadirkan ekosistem ekonomi pesisir yang lebih modern dan terintegrasi.
“Kami melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi KNMP Tahap 1 pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026,” ungkap Trian.
Ia menjelaskan pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP guna memastikan seluruh fasilitas yang dibangun dapat berjalan optimal dan benar-benar dimanfaatkan masyarakat nelayan. Menurutnya, pengoperasian kampung nelayan akan difokuskan pada penguatan produktivitas, efisiensi distribusi hasil laut, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
“Tugas satgas adalah mengawal kesiapan operasional seluruh fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat pesisir,” lanjutnya.
Selain pembangunan kampung nelayan, pemerintah juga terus memperkuat agenda hilirisasi dan investasi sektor kelautan. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi. Penguatan ekonomi biru juga diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor hasil perikanan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.***






