PAPUA – Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan pangan di Papua Selatan terus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Program ini dinilai menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan kebutuhan pangan nasional di masa depan tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya alam.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan pangan bagi generasi mendatang. Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi pangan nasional.
“Kalau tidak ditambah, tidak ada PSN untuk padi, sagu, ubi, sementara penduduk bertambah 3,5 juta sampai 4 juta orang per tahun, pangannya dari mana? Ini kita bangun untuk keberlanjutan Republik Indonesia karena penduduk tidak mungkin tidak bertambah,” ujar Amran.
Selain memperkuat produksi pangan, program tersebut juga mengedepankan pemanfaatan komoditas lokal seperti sagu dan umbi-umbian yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Papua. Langkah ini dinilai memperkuat diversifikasi pangan nasional sekaligus menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
Amran menepis berbagai tudingan yang menyebut masyarakat tidak memperoleh manfaat dari program tersebut. Ia menegaskan bahwa lahan yang dikembangkan merupakan milik masyarakat setempat dan pemerintah hadir untuk meningkatkan produktivitas serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
“Enam puluh ribu hektare itu tidak ada yang punya BUMN, tidak ada yang punya negara, tidak ada yang punya swasta. Semuanya punya masyarakat setempat,” tegasnya.
Sementara itu, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi mengajak masyarakat untuk menyikapi berbagai informasi mengenai PSN secara objektif dan kritis. Ia menilai pembangunan di Papua Selatan perlu dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan daerah.
“Dalam menonton jangan hilang otak kita, daya kritis kita,” kata Mandagi.
Menurutnya, pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Dengan pengawasan yang baik, keterlibatan masyarakat, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, keduanya dapat berjalan beriringan.
PSN Papua Selatan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membangun wilayah timur Indonesia. Program ini tidak hanya memperkuat kemandirian pangan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, serta mendorong kemajuan Papua sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.






