Beranda / BERITA TERBARU / Hilirisasi Nasional Masuk Fase Akselerasi, Pemerintah Perkuat Kelembagaan dan Tata Kelola

Hilirisasi Nasional Masuk Fase Akselerasi, Pemerintah Perkuat Kelembagaan dan Tata Kelola

Jakarta – Pemerintah mempercepat program hilirisasi nasional melalui penguatan kelembagaan, tata kelola, serta pengembangan industri berbasis nilai tambah di berbagai sektor strategis, khususnya pertanian dan perkebunan. Upaya tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan hilirisasi industri merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan Indonesia. Menurutnya, komoditas seperti kopi, kakao, dan kelapa memiliki potensi besar apabila diolah menjadi produk intermediate maupun produk akhir di dalam negeri.

“Hilirisasi menjadi langkah strategis karena komoditas perkebunan Indonesia dapat diolah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi sehingga daya saingnya semakin kuat di pasar domestik maupun global,” ujar Esther.

Ia menambahkan, percepatan hilirisasi harus didukung tata kelola yang baik dan kebijakan yang berpihak kepada petani serta pelaku industri nasional. Selain meningkatkan nilai ekonomi, hilirisasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pengentasan kemiskinan.

Menurut Esther, pemerintah perlu memperkuat akses petani terhadap pembiayaan, teknologi, benih unggul, hingga layanan penyuluhan agar produktivitas dan kualitas komoditas nasional semakin meningkat.

“Penguatan kelembagaan, regulasi, infrastruktur, dan pendampingan menjadi fondasi penting agar hilirisasi berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong hilirisasi sektor pertanian agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah.

“Produk pertanian Indonesia harus masuk ke rantai nilai global sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagi petani dan memperkuat ekonomi nasional,” kata Amran.

Menurut dia, berbagai proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan pemerintah akan memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan stabilitas harga komoditas di tingkat petani.

Senada dengan itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai proyek-proyek hilirisasi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global. Menurutnya, hilirisasi berpotensi menjadi titik balik transformasi sektor pertanian Indonesia dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah tinggi.

“Jika dijalankan secara konsisten, hilirisasi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat struktur industri nasional,” pungkas Rosan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *