MIMIKA, PAPUA TENGAH — Upaya aparat keamanan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Kehadiran aparat dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, sekaligus menjaga ruang pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan keamanan.
Ketua Koordinator Forum Alumni Pimpinan Cipayung Kabupaten Mimika, Bojan Dokainubun, mengapresiasi langkah aparat keamanan dalam menjaga keamanan masyarakat di Tanah Papua.
Menurutnya, keberadaan aparat memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman sekaligus mencegah gangguan keamanan yang dapat merugikan masyarakat sipil.
“Tokoh pemuda Papua memberikan apresiasi kepada jajaran Apkam yang terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar Bojan Dokainubun.
Menurut Bojan, pendekatan persuasif dan humanis yang dijalankan aparat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Kegiatan patroli, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial dinilai mampu memperkuat hubungan antara aparat dan warga.
Kehadiran aparat secara langsung di tengah masyarakat juga dinilai dapat meningkatkan kepercayaan publik. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan keamanan diharapkan dapat ditangani secara tepat tanpa mengabaikan kepentingan dan keselamatan warga sipil.
“Menjaga keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini penting agar masyarakat merasa terlindungi dan tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan keamanan,” tegas Bojan Dokainubun.
Di sisi lain, Bojan menilai gangguan keamanan yang dilakukan kelompok bersenjata, termasuk Organisasi Papua Merdeka (OPM), harus ditangani secara tegas dan sesuai dengan ketentuan hukum. Ketegasan aparat diperlukan untuk memastikan masyarakat tidak terus menjadi korban tindakan kekerasan.
Ia secara khusus mengecam aksi penyanderaan terhadap masyarakat sipil yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Menurutnya, masyarakat sipil harus ditempatkan sebagai pihak yang wajib mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik keamanan.
“Setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat harus ditindak secara tegas dan sesuai hukum. Masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran kekerasan maupun penyanderaan,” ujar Bojan Dokainubun.
Bojan menambahkan, keamanan Papua tidak dapat dibangun hanya melalui kerja aparat. Peran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat juga diperlukan untuk menjaga lingkungan tetap kondusif.
“Dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan Papua. Jangan memberikan ruang bagi kekerasan dan jangan mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi karena hal tersebut dapat memperkeruh situasi,” tambah Bojan Dokainubun.
Ia berharap ketegasan aparat dalam menghadapi gangguan keamanan dapat berjalan seiring dengan pendekatan kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi keamanan yang semakin kondusif dinilai akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk bekerja, bersekolah, beribadah, dan menjalankan kegiatan ekonomi dengan tenang.
“Papua membutuhkan keamanan dan kedamaian agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang. Aparat yang tegas terhadap gangguan keamanan sekaligus dekat dengan masyarakat akan semakin memperkuat rasa aman dan mendukung masa depan Papua yang lebih baik,” pungkas Bojan Dokainubun. (*)






