Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama
Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadi semakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan juga memerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategis media sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman.
Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabung dalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dan sinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saat ada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan.
Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif serta membangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turut mengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjang dalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang aman dan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecah belah persatuan.
Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk kembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaan keagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkan dalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama.
Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan melalui kerja sama yang terintegrasi.
Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakan stabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan.
Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuh kedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga.
Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalam menjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat hari besar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintas instansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasi beragama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah terus meningkat.
Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitri membutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan toleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehingga momentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuat harmoni sosial di Indonesia.
*) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik






