SORONG – Aparat keamanan meningkatkan pengamanan di jalur Sorong–Tambrauw sebagai langkah strategis untuk menjamin keselamatan masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) yang beraktivitas di wilayah tersebut. Penguatan ini dilakukan pasca insiden penyerangan yang terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.
Kapolres Tambrauw, AKBP Praja Gandha Wiratama, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dalam menangani kasus tersebut sekaligus memperkuat pengamanan wilayah. “Kami terus melakukan pendalaman dan memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, termasuk tenaga kesehatan,” ujarnya.
Dua korban selamat dari insiden tersebut saat ini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan secara bertahap. Aparat juga terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku.
Di sisi lain, patroli keamanan ditingkatkan secara intensif, terutama di jalur-jalur rawan. Bantuan personel Brimob turut dikerahkan untuk mempertebal pengamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.
Sistem pengawalan juga diterapkan sebagai langkah preventif. Masyarakat yang hendak melintas diarahkan untuk bepergian secara berkelompok dengan pendampingan aparat. Imbauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko di lapangan.
“Kami sarankan masyarakat tidak bepergian sendiri, terutama di jalur sepi. Pengawalan dilakukan untuk memastikan keamanan bersama,” kata Kapolres.
Langkah-langkah ini memberikan dampak positif terhadap kondisi keamanan yang kini semakin kondusif. Aktivitas masyarakat mulai kembali normal, termasuk mobilitas tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah pedalaman.
Pemerintah dan aparat keamanan terus berkomitmen menjaga stabilitas daerah agar pelayanan kesehatan tidak terganggu. Keberadaan tenaga kesehatan dinilai sangat vital dalam menjamin kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Dengan pengamanan yang semakin diperkuat, diharapkan para tenaga kesehatan dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan optimal, serta terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Papua Barat Daya.





