- ” kata Airlangga. Sementara itu
- ” ujar Anis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
- agar kebijakan ini tidak hanya efektif secara sesaat
- agar tidak hanya bersifat reaktif
- Airlangga Hartarto
- aktivitas perdagangan melonjak
- Anis Byarwati
- dan berkelanjutan.***
- dan memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada jalur yang sehat
- dan mobilitas masyarakat mencapai puncaknya. Dalam konteks tersebut
- dan stabilitas fiskal. Program bantuan sosial
- hingga stimulus sektor riil menjadi bagian dari orkestrasi kebijakan yang dirancang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS
- inflasi
- inklusif
- insentif Ramadan dan Lebaran 2026 diyakini mampu menjaga stabilitas ekonomi musiman
- insentif UMKM
- Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
- M Rizal Taufikurahman
- memperkuat daya beli masyarakat
- memperkuat kepercayaan publik
- mendorong konsumsi domestik
- menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam implementasi kebijakan ini. “Insentif Ramadan yang digelontorkan pemerintah harus benar-benar tepat sasaran
- mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam implementasi stimulus. “Kebijakan stimulus Ramadan dan Lebaran memang penting untuk menjaga stabilitas ekonomi
- menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus menjaga keseimbangan antara konsumsi
- namun pemerintah perlu memperhitungkan risiko jangka menengah
- pemerintah menempatkan kebijakan insentif sebagai instrumen stabilisasi yang terukur
- perlu diperhatikan juga dampak jangka panjangnya terhadap keberlanjutan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional
- Presiden menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi
- serta komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah
- serta memastikan pertumbuhan yang merata dan berkeadilan. Pesan tersebut menjadi fondasi kuat bagi implementasi kebijakan insentif Ramadan dan Lebaran
- serta memperkuat kinerja sektor riil dan UMKM. Ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil dan inklusif
- serta potensi gejolak harga bahan pokok yang kerap terjadi pada periode musiman. Kebijakan ini tidak hanya berfungsi sebagai bantalan ekonomi jangka pendek
- sinergi lintas sektor
- subsidi transportasi
- tekanan inflasi
- terutama bagi kelompok masyarakat rentan. Selain itu
- terutama terkait tekanan inflasi dan keberlanjutan fiskal. Desain kebijakan yang tepat akan menentukan efektivitasnya dalam menjaga keseimbangan ekonomi
- tetapi juga berkelanjutan
- tetapi terintegrasi dalam kerangka pembangunan jangka menengah dan panjang. Dengan orkestrasi kebijakan yang terukur
Jakarta – Pemerintah kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan insentif Ramadan dan Lebaran 2026. Gelontoran stimulus fiskal dan berbagai program...

