- 350 ekor ayam
- 350-kilogram sayur
- aktivitas ekonomi lokal juga ikut bergerak. Saat ini
- buah
- daging ayam
- dan 450 liter susu dalam satu kali proses memasak. Kebutuhan tersebut menciptakan permintaan besar yang berdampak langsung pada sektor pertanian
- dan keberlanjutan produksi. Pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menempatkan isu pangan sebagai prioritas strategis nasional. Dalam kerangka tersebut
- dan kolaborasi lintas sektor
- dan perikanan. Dadan menjelaskan
- dengan meningkatnya asupan gizi anak-anak
- hal ini akan berkontribusi pada peningkatan produktivitas tenaga kerja Indonesia
- hingga industri logistik. Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tantangan distribusi pangan yang kompleks
- hingga susu. Menurut Dadan
- karena produsen memiliki jaminan penyerapan hasil produksi mereka. Founder the Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR)
- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan lonjakan jumlah penerima manfaat membuat kebutuhan rantai pasok pangan meningkat secara signifikan. Setiap hari
- kesehatan
- kualitas
- kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar juga meningkat. Dalam jangka panjang
- masyarakat tidak lagi terdorong untuk mencari pekerjaan ke kota besar. Sebelumnya
- MBG dapat menjadi motor penggerak transformasi sistem pangan Indonesia. Keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan
- MBG dirancang untuk menjadi instrumen pembangunan yang menyentuh banyak sektor secara simultan mulai dari pendidikan
- MBG memiliki potensi besar sebagai penggerak ketahanan rantai pasok pangan nasional. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan pangan
- MBG menciptakan pasar yang pasti bagi petani
- menciptakan lapangan kerja baru
- mendorong produksi lokal
- meningkatkan stabilitas harga
- Muhammad Makmun Rasyid mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah bukan sekadar upaya perbaikan gizi
- mulai dari beras
- nelayan
- perikanan
- perputaran uang di desa dan kota kecil bertambah
- pertanian
- peternak
- peternakan
- Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Dalam proses pengembangannya
- program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar
- satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan sekitar 3.000 butir telur
- sayur
- sekitar 700 ribu hingga 890 ribu orang telah terlibat langsung bekerja di dapur-dapur program MBG di seluruh Indonesia. Selain itu
- serta ketimpangan antarwilayah dapat ditekan. Selain itu
- serta menciptakan dampak ekonomi yang luas. Dengan perencanaan matang
- serta pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pangan. Kepastian permintaan ini sangat penting dalam memperkuat fondasi rantai pasok
- setiap SPPG melibatkan sedikitnya 15 pemasok bahan pangan yang masing-masing memberdayakan 2 hingga 15 pekerja. MBG bukan hanya program gizi
- stabilitas pasokan
- tata kelola transparan
- telur
- tetapi juga mencakup akses
- tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. Sementara itu
- tetapi juga program ekonomi. Setiap rupiah yang dialokasikan untuk pembelian bahan pangan akan mengalir ke sektor riil
- tidak hanya di sektor konsumsi
Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu terobosan kebijakan strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong ketahanan pangan ...
- 21 Februari 2026. Wakil Gubernur Sultra
- akses pembiayaan
- bukan terpusat pada segelintir pemilik modal. Hal ini sejalan dengan semangat konstitusi yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Ketika koperasi desa mampu menembus ekspor
- dengan 30.000 unit di antaranya ditargetkan terbangun hingga pertengahan 2026. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara
- hingga kerajinan tangan
- hingga logistik melibatkan pelaku usaha di sekitar desa. Dengan demikian
- Hugua
- Joao Angelo De Sousa Mota
- Kabupaten Konawe Selatan
- kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi ribuan desa lain di Indonesia. Potensi komoditas lokal yang beragam
- kisah keberhasilan sebuah koperasi desa menembus pasar ekspor menjadi bukti bahwa kekuatan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada korporasi besar
- Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Awunio resmi melepas ekspor perdana arang tempurung kelapa sebanyak 50 ton senilai Rp 750 juta melalui Pelabuhan New Port Kendari
- Koperasi Desa Merah Putih memulai langkahnya dengan membangun tata kelola yang profesional dan transparan. Prinsip gotong royong yang menjadi ruh koperasi dipadukan dengan manajemen modern
- koperasi ini mulai mengikuti pameran internasional dan business matching dengan calon pembeli luar negeri. Dari sinilah kontrak ekspor perdana berhasil diraih
- lahir produk yang mampu bersaing di etalase dunia. Dari semangat gotong royong
- maka yang menguat bukan hanya neraca perdagangan
- membuka babak baru dalam perjalanan koperasi desa tersebut. Akselerasi ekspor non tambang Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki babak baru. Dari kawasan pesisir Kecamatan Kolono
- mulai dari hasil pertanian
- Oleh : Donsutoro Imanuel* Di tengah arus globalisasi yang semakin kompetitif
- pengemasan
- perikanan
- perjalanan Koperasi Desa Merah Putih menembus pasar ekspor merupakan gambaran konkret bahwa pembangunan inklusif bukan sekadar jargon. Dari desa yang sederhana
- Sabtu
- serta pendampingan teknis menjadi faktor krusial yang perlu terus diperkuat agar keberhasilan satu koperasi dapat direplikasi di berbagai daerah. Pada akhirnya
- sesungguhnya memiliki peluang besar di pasar global apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi. Dukungan kebijakan pemerintah
- terutama bagi perempuan dan generasi muda yang sebelumnya memilih merantau ke kota. Rantai pasok lokal pun semakin hidup karena kebutuhan bahan baku
- tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian desa. Lapangan kerja baru tercipta
- tetapi juga struktur ekonomi rakyat. Lebih jauh
- tumbuh daya saing global. )* Pengamat Kebijakan Ekonomi Nasional
- yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Ekspor Sulawesi Tenggara mengatakan Kopdes Merah Putih Awunio tercatat sebagai koperasi desa kedua di Indonesia yang berhasil menembus pasar ekspor
Oleh : Donsutoro Imanuel* Di tengah arus globalisasi yang semakin kompetitif, kisah keberhasilan sebuah koperasi desa menembus pasar ekspor menjadi bukti bahwa kekuatan ekonomi nasional tidak hanya be...
- adil
- asalkan tata kelola pasar dijaga tetap sehat dan seimbang. Menurutnya
- dan berdaya saing. Situasi terkini juga menunjukkan relevansi kebijakan ini dengan arah pembangunan nasional. Pemerintah tengah mendorong hilirisasi
- dan industri desa
- dan keadilan ekonomi. Model ini sejalan dengan nilai Pancasila dan jati diri bangsa. Ketika ekonomi desa tumbuh
- dan memiliki skala operasional besar. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berdimensi sosial
- dan pasar
- dan produksi desa. Ketika koperasi desa terhubung dengan rantai pasok nasional dan global
- dan sejahtera. *) Penulis merupakan Pengamat Sosial
- dan stabilitas sosial lebih terjaga. Inilah pembangunan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan
- dan transformasi ekonomi hijau. Koperasi Desa Merah Putih berada di titik temu semua agenda tersebut. Koperasi dapat menjadi pengelola industri hilir berbasis desa
- distribusi
- dukungan kebijakan yang kuat
- gotong royong
- hingga akses pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan
- hingga ekspor berbasis komunitas. Dalam kerangka tersebut
- jasa
- kekuatan koperasi terletak pada kemampuannya mengonsolidasikan produksi rakyat dengan sistem distribusi yang adil. Jika koperasi mampu menjadi agregator hasil pertanian
- kerajinan
- ketahanan pangan
- ketimpangan wilayah dapat dikurangi
- koperasi desa bukan hanya alat pemerataan
- koperasi desa bukan sekadar program populis
- koperasi desa dapat menjadi pintu masuk produk lokal ke pasar global. Komoditas pertanian
- koperasi desa juga berpeluang masuk dalam ekosistem ekonomi digital nasional
- koperasi desa juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Ia membangun solidaritas
- Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi nyata menjadi motor ekspor dan kesejahteraan rakyat. Program ini mencerminkan keberpihakan negara kepada ekonomi rakyat
- koperasi tidak lagi dipahami sebatas lembaga simpan pinjam
- logistik
- maka desa akan menjadi bagian integral dari ekonomi modern. Inilah wajah baru pembangunan Indonesia: desa yang terhubung
- maka posisi tawar masyarakat akan meningkat signifikan. Pasar tidak lagi dikuasai oleh segelintir pelaku besar
- melainkan fondasi transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju yang berdaulat
- melainkan sebagai entitas bisnis kolektif yang modern
- melihat koperasi desa sebagai motor ekonomi baru yang potensial
- memperluas akses pasar tanpa batas geografis. Lebih dari itu
- Nalinikanth Gollagunta
- negara sedang membentuk infrastruktur ekonomi rakyat yang berkelanjutan. Desa diberi akses pada permodalan
- Oleh: Alexander Royce*) Gagasan besar pembangunan nasional kini menemukan momentumnya di desa. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan
- pembiayaan
- pengendalian inflasi daerah
- penggerak UMKM
- penguatan UMKM
- penyangga distribusi pangan
- perikanan
- produk olahan pangan
- produktif
- profesional
- Rivqy Abdul Halim
- sehingga rantai nilai tidak lagi didominasi tengkulak atau perantara. Dalam pandangan ini
- sekaligus pendorong ekspor. Dengan sistem manajemen yang profesional dan dukungan regulasi pemerintah
- sekaligus pengembang ekonomi berkelanjutan. Dengan dukungan digitalisasi
- sekaligus strategi cerdas membangun kemandirian nasional dari desa. Di bawah kepemimpinan pemerintahan saat ini
- serta kepercayaan pelaku industri global
- sinergi legislatif
- teknologi
- tetapi juga calon pusat industri kecil
- tetapi juga ekonomi dan industri. Koperasi menjadi simpul pergerakan barang
- tetapi juga kualitas kesejahteraan. Dengan visi besar
- tetapi menjadi arsitektur baru pembangunan desa yang menyatukan produksi
- tetapi menjadi ruang kompetisi yang sehat dan inklusif. Ia juga memandang bahwa Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi instrumen stabilisasi harga
- tetapi sinyal bahwa koperasi desa diproyeksikan menjadi entitas ekonomi yang aktif
- UMKM
- urbanisasi bisa ditekan
Oleh: Alexander Royce*) Gagasan besar pembangunan nasional kini menemukan momentumnya di desa. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia justru menatap masa depan dengan optimi...



