Jakarta – Kelancaran transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Berbagai program dan kolaborasi lintas sektor dinilai mampu menjaga perjalanan tetap aman, tertib, dan nyaman di tengah tingginya mobilitas nasional.
Salah satu upaya yang menuai respons positif adalah Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 yang menjadi bagian dari Operasi Ketupat 2026. Program ini mencatat sebanyak 32.721 peserta yang telah terdaftar untuk diberangkatkan ke berbagai daerah tujuan.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa program ini disiapkan bersama jajaran kepolisian daerah dengan tujuan menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.
“Melalui program ini diharapkan perjalanan arus balik dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat kembali ke tempat aktivitas dengan selamat,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut juga dirancang untuk menekan angka kecelakaan serta mengurangi penggunaan sepeda motor dan kendaraan pribadi yang berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas.
Sasaran program mencakup pekerja sektor informal, buruh, perantau berpenghasilan rendah, pengemudi ojek online, hingga mahasiswa.
Tingginya minat masyarakat terhadap program ini turut mendapat perhatian. Agus menilai partisipasi lebih dari 32 ribu peserta menunjukkan kebutuhan nyata terhadap layanan tersebut.
“Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa program ini memberikan manfaat nyata. Ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bentuk pelayanan dan kepedulian Polri kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, pemerintah memproyeksikan pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Tingginya angka tersebut mendorong penguatan layanan di berbagai moda transportasi, termasuk sektor penyeberangan.
Untuk mendukung hal tersebut, kolaborasi antara sektor swasta dan BUMN turut dihadirkan. OT Group bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) guna meningkatkan layanan di pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Gilimanuk, dan Ketapang.
CEO OT Group, Donny, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memastikan ketersediaan produk kebutuhan perjalanan dengan harga terjangkau.
“Mudik adalah momentum sosial terbesar di Indonesia. Kami memastikan akses produk yang terjangkau dan mudah dijangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry, Nana Sutisna, menyatakan kerja sama ini memperkuat layanan penyeberangan yang lebih terintegrasi.
“Kami terus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Nana.






