JAKARTA – Momentum Ramadan dan Lebaran 2026 memberikan dorongan kuat terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Indonesia. Peningkatan konsumsi masyarakat, mobilitas yang tinggi, serta geliat perdagangan domestik menghadirkan perputaran ekonomi yang semakin luas dan merata. Kondisi ini memperkuat peran konsumsi rumah tangga sebagai pilar utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah.
Pemerintah bersama pelaku usaha menghadirkan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas perdagangan dalam negeri. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsumsi domestik. “Program BINA Lebaran 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong peningkatan konsumsi dalam negeri,” ujarnya.
Program ini melibatkan sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi di seluruh Indonesia. Berbagai promo menarik, termasuk potongan harga besar untuk produk fesyen, gaya hidup, dan kebutuhan Lebaran, mendorong peningkatan transaksi di sektor ritel. Keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga memperluas dampak ekonomi hingga ke tingkat daerah dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Lebaran menjadi pendorong utama konsumsi masyarakat. “Program BINA Lebaran tahun ini ditargetkan mampu mencatatkan transaksi hingga Rp53 triliun,” jelasnya. Target tersebut mencerminkan optimisme terhadap kekuatan konsumsi domestik dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain program promosi, pemerintah memperkuat daya beli melalui penyaluran bantuan sosial pangan kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat. Kebijakan ini menjaga stabilitas konsumsi sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi selama periode Lebaran, sehingga aktivitas ekonomi dapat berlangsung secara optimal di berbagai daerah.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menilai program ini memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. “Melalui beragam promosi yang ditawarkan, perputaran ekonomi saat Lebaran semakin bergairah,” katanya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, momentum Lebaran 2026 semakin memperkuat ekonomi daerah, memperluas perputaran uang di masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.






