Jakarta – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Telisa Aulia Falianty, menilai perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan global. Meski pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen dan inflasi relatif terkendali, kualitas pertumbuhan perlu ditingkatkan agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.
“Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhannya, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan penurunan ketimpangan ekonomi,” ujar Prof. Telisa.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih cukup banyak ditopang belanja pemerintah (government spending). Karena itu, investasi swasta, konsumsi rumah tangga, dan ekspor perlu diperkuat untuk menciptakan pertumbuhan yang produktif dan berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan pembangunan tiga juta rumah dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi. Namun, pelaksanaannya perlu melibatkan UMKM, mengutamakan produk dalam negeri, serta didukung tata kelola dan pengawasan yang efektif.
Prof. Telisa menegaskan keberhasilan program pemerintah harus diukur berdasarkan dampak nyata, seperti peningkatan pendapatan, daya beli, dan kesempatan kerja, bukan hanya anggaran yang terserap atau jumlah penerima manfaat. Ia juga mendorong kebijakan berbasis riset (research-based policy) dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Di sisi ketenagakerjaan, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut peningkatan keterampilan tenaga kerja, khususnya generasi muda. Program magang dan akses rekrutmen yang transparan juga perlu diperluas untuk menjembatani kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
“Penciptaan lapangan kerja formal yang layak harus menjadi prioritas. Industrialisasi dan hilirisasi perlu menghasilkan pekerjaan produktif dengan kepastian pendapatan dan perlindungan tenaga kerja,” tegasnya.
Lebih lanjut, penguatan ketahanan pangan dan energi serta dukungan terhadap sektor produktif diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian global. Prof. Telisa menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, dan lembaga pengawas agar kebijakan ekonomi semakin tepat sasaran dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan.




