Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah membuka rekrutmen ribuan guru dan tenaga kependidikan guna mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kementeriannya bakal merekrut 5.000 guru dan tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat pada tahun ini. Rekrutmen penambahan guru bertujuan untuk menutupi kekurangan pengajar di sejumlah titik Sekolah Rakyat.
“Tahun ini kami buka kesempatan lagi untuk rekrutmen guru, lebih dari 5 ribu guru dan tenaga kependidikan kami buka kesempatan bagi yang memenuhi syarat,” katanya.
Saifullah mengatakan bahwa kekurangan pengajar di Sekolah Rakyat selama ini diatasi melalui perbantuan guru lain. Adapun total murid Sekolah Rakyat dari jenjang SD hingga SMA pada tahun ajaran 2025/2026 mencapai 15 ribu siswa.
“Di beberapa titik yang masih kekurangan guru selama ini masih di-backup oleh guru-guru yang ada,” ungkapnya.
Ia mengatakan Kementerian Sosial bakal terus berbenah dalam mematangkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat di tahun ajaran selanjutnya. Apalagi ada kemungkinan siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 meningkat.
“Kami terus memperkuat sumber daya manusia agar dengan jumlah siswa yang jauh lebih banyak bisa tercukupi kebutuhan guru dan sumber daya manusia yang lainnya,” ucap Saifullah.
Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan.
“Bapak Presiden ingin mewujudkan bahwa (pendidikan) itu adalah hak mereka (masyarakat) dan negara yang harus menjamin,” kata Supratman.
Selain memberikan pendidikan formal tanpa biaya, program Sekolah Rakyat juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, pemenuhan gizi, serta pengembangan keterampilan hidup.
Pemerintah berharap penambahan ribuan guru dan tenaga kependidikan akan semakin memperkuat efektivitas program tersebut dalam mencetak generasi unggul dan mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.






