*) Oleh : Olla Anastasya
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang sama tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun lokasi tempat tinggalnya. Kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga.
Konsep Sekolah Rakyat pada dasarnya menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasar yang harus mudah dijangkau masyarakat. Sekolah dibangun dengan pendekatan sederhana namun fungsional agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Di banyak daerah, pembangunan sekolah semacam ini mampu menjadi solusi cepat untuk mengatasi tingginya angka putus sekolah. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan karena faktor biaya transportasi atau keterbatasan fasilitas kini memiliki peluang lebih besar untuk kembali belajar. Kehadiran sekolah yang dekat dengan lingkungan masyarakat juga mendorong partisipasi orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah dapat diselesaikan pada 20 Juni 2026 guna mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia. Menurut Doddy, langkah percepatan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan Sekolah Rakyat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan mutu bangunan. Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul.
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat juga penting untuk mengurangi kesenjangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah. Selama ini, daerah perkotaan cenderung memiliki fasilitas pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan daerah pelosok. Akibatnya, kemampuan akademik dan keterampilan generasi muda di setiap daerah berkembang tidak merata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ketimpangan sosial dan ekonomi akan semakin sulit diatasi. Dengan memperluas pembangunan sekolah hingga ke daerah yang belum tersentuh layanan pendidikan memadai, pemerintah dapat menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menjelaskan selain pembangunan gedung, keberhasilan Sekolah Rakyat juga sangat bergantung pada kualitas tenaga pengajar. Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, dan semangat belajar peserta didik. Oleh karena itu, percepatan pembangunan sekolah terus diiringi dengan pemerataan distribusi guru, peningkatan pelatihan, serta dukungan kesejahteraan tenaga pendidik. Banyak guru di daerah terpencil menghadapi tantangan besar mulai dari keterbatasan fasilitas hingga akses transportasi yang sulit. Dukungan yang memadai akan membuat para guru dapat mengajar dengan lebih optimal dan menciptakan suasana belajar yang positif bagi anak-anak.
Di era perkembangan teknologi saat ini, Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap pembelajaran digital secara bertahap. Teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperluas kualitas pendidikan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Melalui perangkat digital dan jaringan internet yang memadai, siswa dapat memperoleh materi pembelajaran yang lebih luas dan modern. Meski demikian, pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas utama karena masih banyak daerah yang belum memiliki akses listrik maupun internet stabil. Karena itu, percepatan pembangunan sekolah perlu dilakukan secara terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya agar manfaat pendidikan benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat memiliki dampak sosial yang besar bagi lingkungan sekitar. Kehadiran sekolah sering kali menjadi pusat aktivitas masyarakat dan mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Anak-anak yang sebelumnya bekerja membantu orang tua atau menghabiskan waktu tanpa kegiatan produktif dapat memiliki ruang belajar dan lingkungan yang lebih positif. Dalam jangka panjang, pendidikan yang merata akan membantu menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan sosial. Pendidikan bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri mengingat luasnya wilayah Indonesia dan beragam tantangan yang dihadapi setiap daerah. Dukungan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial, keterlibatan organisasi masyarakat, hingga partisipasi warga setempat dapat mempercepat proses pembangunan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan bangsa perlu terus dihidupkan dalam upaya memperluas akses pendidikan. Ketika seluruh pihak bergerak bersama, pemerataan pendidikan akan lebih mudah diwujudkan.
Pada akhirnya, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Pendidikan yang merata akan melahirkan generasi yang lebih cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan global. Anak-anak dari keluarga sederhana maupun daerah terpencil harus memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita mereka. Karena itu, pembangunan sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan bagian dari upaya membangun keadilan sosial dan memperkuat kualitas bangsa. Dengan komitmen yang kuat serta kerja sama seluruh elemen masyarakat, harapan menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia bukanlah hal yang mustahil.
)* Pengamat Kebijakan Publik





