JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan program Sekolah Rakyat menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Penguatan tersebut mencakup sarana dan prasarana, manajemen sumber daya manusia, tata kelola keuangan, hingga pembentukan budaya disiplin di lingkungan sekolah berbasis asrama tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya menjaga kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat agar mampu menjadi ruang pendidikan yang bersih, tertib, dan memberikan motivasi bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Bagaimana kita menjaga merawat memastikan bahwa yang sudah dibangun ini benar-benar bisa memotivasi memberikan semangat mendorong kita untuk bekerja lebih optimal. Semuanya harus rapi dan tertib maka penguatan kedisiplinan guru dan anak-anak bisa terus kita mulai rancang,” ujar Gus Ipul.
Ia meminta seluruh jajaran Sekolah Rakyat memperkuat tata kelola sarana dan prasarana, termasuk memastikan kebersihan lingkungan sekolah tetap terjaga. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang tertata baik akan mendukung pembentukan karakter disiplin dan semangat belajar siswa.
Dalam aspek sumber daya manusia, ia menilai pengelolaan SDM harus dilakukan secara proporsional karena sistem boarding school berjalan selama 24 jam penuh. Seluruh unsur di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga petugas kebersihan, dinilai memiliki tanggung jawab moral dalam mendidik siswa.
Penguatan tata kelola juga dilakukan pada sektor keuangan. Pemerintah berkomitmen menerapkan sistem pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel melalui desentralisasi kewenangan kepada pihak sekolah dengan tetap disertai pengawasan ketat.
“Kita akan berikan tanggung jawab besar kepada kepala sekolah dan jajarannya bisa mengelola uang sendiri jadi tidak terpusat lagi beli seragam, beli sepatu beli ini, semua sudah didesentralisasi tapi dengan pengawasan yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Universitas Jayabaya Moestar Putra Jaya menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai solusi pemerataan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Di tengah tantangan ketimpangan sosial, Sekolah Rakyat bukan sekadar kebijakan pendidikan, melainkan representasi kehadiran negara dalam menyiapkan masa depan bagi mereka yang kerap berada di pinggir kesempatan,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan bangsa tidak hanya diukur dari jumlah anak yang mengenyam pendidikan, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Program Sekolah Rakyat pun dinilai berpeluang menjadi tonggak penting dalam menyiapkan masa depan bangsa yang lebih inklusif dan bermartabat. (*)




